6 Resiko Investasi Reksadana dan Bagaimana Cara Mengatasinya

6 Resiko Investasi Reksadana dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Saat sebelum mengawali, saya anjurkan Anda ketahui risiko investasi Reksadana. Selainnya keuntungan investasi reksadana, kita harus ketahui apa kekurangannya dan bagaimanakah cara mengurus risiko itu. Yang terang Reksadana adalah langkah investasi terbaik dan paling mudah.

Dalam beberapa tulisan di website, saya mempromokan faedah Reksadana sebagai instrument investasi terbaik.

Tetapi, saya mengetahui investasi tentu punyai risiko. Karenanya, saya berpikir perlu mengulas keuntungan dan rugi Reksadana untuk investor.

Bukan hanya mengulas keuntungan reksadana /bulan, bagaimana penghitungan keuntungan reksadana, tapi juga mengingati pembaca masalah risiko dan kekurangannya. Risiko dan kekuatan rugi yang penting dipahami dan diakui dengan jelas semenjak awalnya.

Risiko ialah suatu hal yang menempel dalam investasi. Mustahil investasi tanpa risiko.

Arah ketahui risiko itu tidak untuk menakut-nakuti, memunculkan rasa cemas, tapi bagaimana kita dapat mengelolanya supaya hasil investasi maksimal.

Ada peribahasa ngomong, tidak mengenal jadi tidak sayang.

Dengan memahami risiko itu, Anda dapat juga memperbandingkan dengan kekurangan dan kelebihan emas atau instrument yang lain.

Risiko Investasi Reksadana

Pekerjaan investor ialah pahami apa risiko investasi Reksadana dan bagaimana mengelolanya agar imbas negatif dapat diminimalisir.

Baca Juga  Aplikasi Mobile Banking untuk Transaksi Mudah, Cepat

#1 Return Reksadana Tidak Tentu

Banyak yang memandang Reksadana itu sama dengan Tabungan atau Deposito.

Itu pengetahuan yang keliru. 100 % salah karena ke-2 instrument ini benar-benar berlainan.

Risiko Reksadana semakin tinggi. Keuntungannya tidak jelas.

Return Reksadana tidak jelas. Dapat untung, dapat rugi.

Untuk hadapi ketidakjelasan ini, pemodal yang ingin beli Reksadana dapat lakukan hal seperti berikut:

Pilih Reksadana yang pas karena ada beragam tipe Reksadana yang mempunyai tingkat risiko tidak sama. Keakuratan penyeleksian yang sesuai arah keuangan jadi kunci sukses gagasan investasi
Lakukan penganekaragaman. Tidak menyimpan semua uangnya di satu tempat, tapi menebarkannya ke banyak instrument, agar bila yang satu rugi, masih tetap ada lainnya.

#2 Tidak Ada Agunan Pemerintahan

Bila Reksadana rugi, karena itu rugi itu harus dijamin oleh nasabah. Tidak ada pelindungan dari pemerintahan.

Ini berlainan dengan tabungan dan deposito yang ditanggung oleh pemerintahan. Hingga menyimpan uang di tabungan tidak kemungkinan menyusut nilainya.

Karenanya, dengan risiko ke-dua ini, balik lagi ke point #1 di atas, investor perlu pilih tipe reksadana yang pas dan lakukan penganekaragaman investasi.

#3 Tidak Ada Perlindungan Jiwa

Bagaimana bila pencarian nafkah terkena bencana hingga tidak dapat meneruskan investasi di Reksadana ?

Investasi setop. Tidak ada faksi yang lain mengggantikan dan meneruskannya.

Reksadana tidak mempunyai perlindungan asuransi karena dia murni investasi.

Baca Juga  Keuntungan Reksadana Bukalapak, Bisa Investasi Mulai Rp 10 Ribu

Ini sebuah risiko.

Tetapi dapat diatur dengan beli asuransi jiwa sebagai perlindungan. Bila investor terkena bencana, masih tetap ada uang dari asuransi untuk meneruskan investasi.

Apa asuransi yang penting dibeli ? Kami mereferensikan Asuransi Jiwa Term-Life karena preminya murah dan nilai perlindungannya besar.

Untuk asuransi yang dikombinasi dengan investasi, asuransi unit link, perlu ditelaah dengan jeli, apa itu pas.

#4 Harus Ide Sendiri

Investasi di Reksadana memerlukan kedisplinan dalam menabung karena tidak ada faksi yang mengingati investor. Bila lupa, investor kehilangan momen.

Berlainan dengan asuransi yang nasabah harus bayar premi dengan teratur. Di Reksadana tidak ada kewajiban bayar dengan teratur.

Tetapi, kealpaan di Reksadana dapat ditangani dengan kontribusi program ‘Auto-Invest’. Ini ialah program investasi Reksadana yang diset secara automatis tiap bulan, hingga tiap bulan uang Anda di tabungan secara automatis akan dipotong untuk diinvestasikan ke Reksadana yang telah diputuskan.

Maka pemodal tak perlu cemas kembali akan lupa melakukan investasi karena mekanisme secara automatis menggunting rekening investor dengan jumlah yang sudah ditetapkan untuk ditaruh dalam Reksadana.

#5 Reksadana Dapat Disetop

Ada beberapa keadaan di mana Reksadana disetop seperti berikut:

  • Diperintah oleh OJK sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  • Nilai Aktiva Bersih Reksadana jadi kurang dari nilai Rp 25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar Rupiah) sepanjang 90 (sembilan puluh) Hari Bursa beruntun, Manager Investasi akan lakukan pembubaran dan likuidasi.
Baca Juga  7 Cara Investasi Reksadana Saham Terbaik Mudah dan Murah

Bagaimana hadapi risiko ini ?

Dari ketetapan ini, kita saksikan jika performa yang jelek akan berbuntut pada pembubaran Reksadana. Oleh karenanya, investor perlu pilih Reksadana yang performanya baik.

Investor perlu menyaksikan daftar daftar reksadana dengan menganalisis data nilai aktiva bersih.

Penghitungan nilai aktiva bersih reksadana memperlihatkan berapa besar jumlahnya uang dalam reksadana yang diatur oleh Manager Investasi. Makin besar memperlihatkan makin kuat Reksdana itu.

Pasti, bila performanya bagus, Reksadana mustahil akan disetop. Itu kuncinya.

#6 Pencairan Dapat Tidak Dilaksanakan

Secara normal, pencairan Reksadana dilaksanakan dalam tiga hari . Maka, bila investor cairkan ini hari karena itu T+3 uangnya telah masuk ke rekening nasabah.

Itu umumnya. Apa dapat tidak masuk ke tiga hari ?

Dapat. Ada risiko itu.

Ada risiko likuiditas.Pemasaran Kembali (pembayaran pelunasan pembayaran) bergantung ke likuiditas dari portofolio atau kekuatan dari Manager Investasi untuk beli kembali (membayar) dengan sediakan uang kontan.

Resiko likuiditas bisa muncul bila di saat yang bertepatan, semua investor lakukan pemasaran Reksadana dan Manager Investasi tidak berhasil sediakan dana.

Untuk menangani ini, kita perlu menyaksikan kemampuan Manager Investasi. Satu diantaranya menyaksikan berapakah besar dana urusan atau AUM Manager Investasi.

AUM ialah asset bersih yang diatur Manager Investasi. Nilai AUM dapat disaksikan, satu diantaranya, di Bareksa data reksadana

Dana urusan menggambarkan keyakinan investor pada Manager Investasi. Semakin besar semakin baik.

Baca Juga  4 Manajer Investasi Reksadana Terbaik

Ringkasan

Reksadana memang tawarkan return yang semakin tinggi dibanding tabungan dan deposito. Tetapi, ada beberapa risiko investasi Reksadana.

Kewajiban kita sebagai investor pahami risiko itu dan cari jalan keluar untuk mengurus risiko itu. Bukanlah justru menghindar atau cemas sesudah tahu akan hal itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *